Detail Repositori

Abstrak
kematian atau seseorang meninggal, berrarti hubungan dengan dunia nyatanya telah putus, ia dikatakan kembali ke alam baka/ke akhirat. Ida Hyang Widhi, sang pencipta kelahiran dan kematian yang berwenang menentukan status batas usia, yang tidak dapat diramal oleh manusia biasa, kapan waktunya yang tepat seseorang berpulang ke dunia akhirat. ketika manusia itu meninggal, suksma sarira dengan atma akan pergi meninggalkan badan. atma yang sudah begitu lama menyatu dengan sarira, atas kungkungan suksma sarira, sulit sekali meninggalkan badan itu. padahal badan sudah tidak dapat difungsikan, lantaran beberapa bagiannya sudah rusak. hal ini merupakan penderitaan bagi atma. untuk tidak terlalu lama atma terhalang perginya, perlu badan kasarnya diupacarakan untuk mempercepat proses kembalinya, kepada sumbernya di alam, yakni Panca Mahabuta. demikian juga bagi sang atma perlu dibuatkan upacara untuk pergi ke alam pitra dan memutuskan keterikatannya dengan badan kasarnya. proses inilah yang disebut ngaben. kalau upacara ngaben tidak dilaksanakan dalam kurun waktu yang cukup lama, badan kasarnya akan menjadi bibit penyakit, yang disebut bhuta cuwil, dan atmanya akan mendapatkan neraka. upacara ngaben dalam agama hindu di bali adalah salah satu upacara yang digolongkan sebagai upacara pitra yadnya yaitu upacara sebagai kurban suci yang dilakukan oleh umat hindu di bali sebagai wujud bakti terhadap orang tua yang telah meninggal

Keywords
Pitra Yadnya, Ngaben Pranawa, Panca Mahabuta

Jenis Repostori
Buku
Nama Jurnal

ISSN
978-623-7294-03-0
Tanggal Terbit
04 November 2019

Volume
ISSUE

File Repository
Download File Repository